
Senyummu bagai seribu fajar yang menyingsing
Keindahanmu bagai bunga bermahkotakan seribu teratai
Namun durimu melebihi panas bara api
Saat mawar tak lagi harum
Sang bunga.....
Lihatlah ini......
Laut telah mengalir melewati hati
Dan masa tak lagi menentu
Inilah masa dimana embun tak lagi menyejukkan
Dan matahari tak lagi bersinar
Saat kegelapan menjapai jurang hati yang terdalam
This entry was posted
on 00.13
.
You can leave a response
and follow any responses to this entry through the
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.
8 komentar